Kajian Hadits: Anjuran berbakti kepada kedua orang tua

ONE DAY ONE HADITH 16 JUMADIL AWAL 1438 H / 13 FEBRUARI 2017

بسم الله الرحمن الرحيم
كتاب البر والصلة والآداب
باب رغم أنف من أدرك أبويه أو أحدهما عند الكبر فلم يدخل الجنة

حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَغِمَ أَنْفُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا فَلَمْ يَدْخُلْ الْجَنَّةَ
رواه المسلم

Artinya:

dari Abu Hurairah (w.59 H) dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (w.11 H) beliau bersabda: “Celakalah ia!  Celakalah ia! Celakalah ia!” lalu beliau ditanya; “Siapakah yang celaka, ya Rasulullah?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barang Siapa yang mendapati kedua orang tuanya (dalam usia lanjut), atau salah satu dari keduanya, tetapi dia tidak masuk surga”.
HR. Muslim (w.261 H)

Istifadah:

Hadis diatas menerangkan betapa dianjurkannya berbakti kepada kedua orang tua. Terlebih jika kedua orang tua sudah memasuki usia lanjut.
Karena sesungguhnya berbakti kepada kedua orang tua yang sudah lanjut usia dengan cara mengurusnya dan menafkahinya adalah salah satu sebab masuk surga. Sehingga Nabi mengatakan “celakalah dia!” Kepada orang yang tidak bisa berbakti kepada kedua orang tua dikala lanjut usia.

[Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

Baca juga M Quraish SHihab: kesempurnaan Islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *