Kajian Hadits: “Anjuran menjaga hafalan Al Quran”

بسم الله الرحمن الرحيم
كتاب فضل القرآن باب استذكار القرآن وتعاهده
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ – رضى الله عنهما – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « إِنَّمَا مَثَلُ صَاحِبِ الْقُرْآنِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الإِبِلِ الْمُعَقَّلَةِ إِنْ عَاهَدَ عَلَيْهَا أَمْسَكَهَا وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ ». رواه البخاري

Artinya:
Diceritakan dari Ibnu Umar (w. 73 H), bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam (w. 11 H) bersabda: “Sesungguhnya perumpamaan shahibul Quran itu seperti pemilik unta yang bertali kekang. Jika ia terus- menerus menjaga ikatan atas ontanya maka ia menahannya dan jika ia melepas ikatannya maka ontanya pergi. HR. Bukhari (w. 256 H)

Istifadah:
Hadits ini meganjurkan agar istiqomah dalam belajar, membaca serta mengulang-ulang hafalan al- Qur’an.  Menghafalkan al-Qur’an diumpamakan dengan mengikat seekor onta karena onta adalah hewan yang gampang kabur. Begitu pula alquran apabila tidak diikat seperti onta maka akan pergi dan hilang.

[Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus-Sunnah]
baca juga dicatatnya keinginan amal perbuatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *