Kajian Hadits: “Balasan Bagi Orang Yang Bunuh Diri”

بسم الله الرحمن الرحيم
كتاب الطب عن رسول الله 
باب ما جاء فيمن قتل نفسه بسم أو غيره
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ قَال سَمِعْتُ أَبَا صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ “مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ يَتَوَجَّأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِسُمٍّ فَسُمُّهُ فِي يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا” – رواه الترمذي

Artinya:

Dari Abu Hurairah (w.59 H), ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang bunuh diri dengan besi, kelak akan menusuk perutnya sendiri dengan besi tersebut di Neraka Jahanam selama-lamanya. Dan barangsiapa bunuh diri dengan racun, kelak akan menelan sendiri racun tersebut di Neraka Jahanam selama-lamanya.
HR. At-Tirmidzi (w.279 H)

Istifadah:

Orang yang meninggal dalam keadaan tidak beriman kepada Allah, selamanya akan disiksa di neraka, dan tidak akan pernah masuk surga. Meskipun ia tidak bunuh diri. نعوذ بالله من ذلك

Sebaliknya, seorang mukmin meski meninggal bunuh diri, tetap bisa masuk surga. Namun, ia harus menebus dosa-dosanya terlebih dahulu di neraka.

Sedang maksud “berada di neraka jahannam selama-lamanya” dalam hadis ini adalah, pengibaratan “betapa lamanya tempo waktu yg harus dilalui di neraka untuk menebus dosa bunuh diri yang ia lakukan”.

[Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

baca juga : anjuran berbakti kepada orang tua

Tinggalkan Balasan