Kajian Hadits: “Balasan bagi siapa yang bersabar ketika ditimpa musibah kebutaan”

بسم الله الرحمن الرحيم 
كتاب المرضى باب فضل من ذهب بصره
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ قَالَ حَدَّثَنِى ابْنُ الْهَادِ عَنْ عَمْرٍو مَوْلَى الْمُطَّلِبِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ – رضى الله عنه – قَالَ سَمِعْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ « إِنَّ اللَّهَ قَالَ إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِى بِحَبِيبَتَيْهِ فَصَبَرَ عَوَّضْتُهُ مِنْهُمَا الْجَنَّةَ ». يُرِيدُ عَيْنَيْهِ.
رواه البخاري

Artinya:
Dari Anas bin Malik (w. 93 H) Radhiyallahu ‘Anhu berkata: aku mendengar Rasululaah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam (w. 11 H) bersabda: Sesungguhnya Allah berfirman “Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan penyakit pada kedua matanya, kemudian ia mampu bersabar, maka Aku akan menggantinya dengan surga.” maksud (habibataihi) adalah kedua matanya.
HR. Al-Bukhari (w.256 H)

Istifadah:
Hadits ini menyebut mata dengan 2 yang tercinta, karena mata adalah anggota badan manusia yang paling dicintai. Apabila hilang kemampuan kedua mata ini, seseorang tidak dapat melihat sesuatu yang ingin dilihatnya.
Dan juga apabila bersabar terhadap musibah itu dan hanya mengharapkan janji Allah, dia akan mendapatkan pahala yang besar dan akan dibalas dengan surga.
Akan tetapi sabar disini tidak hanya sabar karena terbiasa dengan berjalannya waktu. Karena dijelaskan dalam hadits lain bahwa sabar itu adalah saat benturan pertama (الصبر عند صدمة الأولى) maksudnya bukan karena pembiasaan diri dengan berjalannya waktu, tapi ketika musibah tersebut tiba.
Dan juga musibah yang diberikan Allah pada hambanya di dunia bukan karena murkanya akan tetapi untuk menghindarkan hambanya dari sesuatu yang ia benci atau untuk menghapuskan dosa atau untuk mengangkat derajatnya, oleh karena itu apabila dihadapi dengan keridhoan maka akan membuahkan kebaikan.

[Lembaga Kajian Dan Riset Rasionalika Darus-Sunnah]
baca juga keutamaan surat mu’awwidzat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *