Kajian Hadits: “Dicatatnya Sebuah Keinginan Sebagai Amal”

بسم الله الرحمن الرحيم
كتاب الإيمان
  باب إذا هم العبد بحسنة كتبت وإذا هم بسيئة لم تكتب
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَاللَّفْظُ لِأَبِي بَكْرٍ قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ وَقَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا هَمَّ عَبْدِي بِسَيِّئَةٍ فَلَا تَكْتُبُوهَا عَلَيْهِ فَإِنْ عَمِلَهَا فَاكْتُبُوهَا سَيِّئَةً وَإِذَا هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا فَاكْتُبُوهَا حَسَنَةً فَإِنْ عَمِلَهَا فَاكْتُبُوهَا عَشْرًا
رواه المسلم

Artinya:
dari Abu Hurairah (w.59 H) dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah berfirman: ‘Apabila hamba-Ku berkeinginan untuk kejelekan maka janganlah kamu mencatatnya, namun jika dia mengamalkannya maka tulislah sebagai satu kejelekan. Dan apabila dia berkeinginan untuk kebaikan namun belum melakukannya maka tulislah ia sebagai satu kebaikan, maka jika dia melakukannya maka tulislah ia sebagai sepuluh kebaikan’.”
HR. Muslim (w.261 H)

Istifadah:
Hadis ini menggambarkan betapa pengasihnya Allah swt.
Ketika hambanya berkeinginan melakukan hal yang buruk, Allah swt memerintahkan kepada malaikat untuk tidak mencatatnya dahulu sebagai keburukan sampai keinginan tersebut dilakukan.
Tapi ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa keinginan melakukan hal yang buruk termasuk kedalam keburukan, yaitu termasuk maksiat hati.

[Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

baca juga : balasan bago orang yang bunuh diri

Tinggalkan Balasan