Kajian Hadits: “Keutamaan Niat Dan Amal Sholeh Di Mata Allah”

بسم الله الرحمن الرحيم
كتاب البر والصلة والآداب 
باب تحريم ظلم المسلم وخذله واحتقاره ودمه وعرضه وماله
حَدَّثَنَا عَمْرٌو النَّاقِدُ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ بُرْقَانَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ الْأَصَمِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ” – رواه المسلم

Artinya:

Dari Abu Hurairah ( w.59 H ) ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ( w.11 H ) bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian.”

HR. Muslim (w.261 H)

Istifadah:

Dalam membalas amal perbuatan, Allah SWT tidak melihat rupa pelakunya, melainkan hati dan amal perbuatan yang dilakukannya.
Maksud hati dalam hadis ini, adalah niat. Jadi, meski perbuatannya baik tapi niatnya tidak, maka tidak akan berbuah pahala. Justru akan menjadi dosa.

[Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-Sunnah]
baca juga : anjuran menjaga hafalan AlQuran

Tinggalkan Balasan