Kajian Hadits: “Keutamaan surah Mu’awadzat”

بسم الله الرحمن الرحيم 
كتاب فضائل القرآن باب فضل المعوذات
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا اشْتَكَى يَقْرَأُ عَلَى نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ وَيَنْفُثُ ، فَلَمَّا اشْتَدَّ وَجَعُهُ كُنْتُ أَقْرَأُ عَلَيْهِ وَأَمْسَحُ بِيَدِهِ رَجَاءَ بَرَكَتِهَا. 
رواه البخاري

Artinya:
Dari Aisyah RAdhiyallahu ‘Anha (w. 52 H) berkata bahwa Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menderita sakit, maka beliau membacakan Al Mu’awwidzaat untuk dirinya sendiri, lalu beliau meniupkannya. Dan ketika sakitnya parah, maka akulah yang membacakannya pada beliau, lalu mengusapkan dengan menggunakan tangannya guna mengharap keberkahannya.
HR Al-Bukhari (w.256 H)

Istifadah:
Maksud dari mu’awadzat disini adalah 3 surah terakhir dari Al-Quran yaitu surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-nas. Penyebab ketiga surah ini dinamakan dengan muawwidzat karena didalam ketiga surah tersebut terkandung Al-Taawudz (permintaan perlindungan).Wwalaupun di dalam surat Al-Ikhlas tidak menyebut lafadz taawudz secara jelas seperti surah Al-falaq dan An-Nas, namun di dalam surah Al-ikhlas didalamnnya terkandung sifat-sifat Allah yang menetapkan perlindungan walaupun tidak secara jelas.
Nabi Muhammad saw mencontohkannya untuk membacanya saat terasa sakit sebagai ruqiyah, bahkan di dalam hadits lain nabi menganjurkan untuk membacanya setiap selasai sholat.

[Lembaga Kajian Dan Riset Rasionalika Darus-Sunnah]
baca juga ajaran Nabi untuk menghabiskan makanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *