Kajian Hadits: Silaturahmi kepada kerabat orang tua

بسم الله الرحمن الرحيم
كتاب البر والصلة والآداب 
باب فضل صلة أصدقاء الأب والأم ونحوهما
حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ عَنْ ابْنِ الْهَادِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبَرُّ الْبِرِّ أَنْ يَصِلَ الرَّجُلُ وُدَّ أَبِيهِ
رواه المسلم

Artinya:
dari ‘Abdullah bin ‘Umar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya kebajikan yang utama ialah apabila seseorang melanjutkan hubungan (silaturrahim) dengan keluarga sahabat baik ayahnya.”
HR. Muslim (w.261 H)

Istifadah:
Menyambung tali silaturahmi adalah suatu keharusan bagi setiap muslim. Sehingga di hadis lain dikatakan
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia menyambung tali silaturrahmi”
Silaturahmi dianjurkan bukan hanya sekedar kepada teman, karib kerabat kita saja, melainkan karib kerabat orang tua kita, baik itu masih hidup (org tua kita) apalagi jika sudah meninggal.

[Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

Tinggalkan Balasan