Kajian Hadits “Larangan Menyombongkan Urusan Dunia”

بسم الله الرحمن الرحيم
كتاب الأدب 
باب في كراهية الرفعة في الأمور
حَدَّثَنَا النُّفَيْلِيُّ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ عَنْ أَنَسٍ بِهَذِهِ الْقِصَّةِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ حَقًّا عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ لَا يَرْتَفِعَ شَيْءٌ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا وَضَعَهُ
رواه أبو داود

Artinya:
dari Anas (w.93 H) dengan kisah ini, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sungguh, telah menjadi hak bagi Allah, bahwasanya tidaklah Ia meninggikan sesuatu di dunia ini kecuali Ia akan merendahkannya kembali.”
HR. Abu Daud (w.275 H)

Istifadah:
Hadis ini mengingatkan kita agar tidak terlalu bangga dan bersikap sombong dalam segala urusan duniawi, sebab boleh jadi apa yang kita banggakan akan Allah rendahkan. Hadist ini juga menjadi dasar bahwa derajat tinggi dan kebahagian hakiki hanya dapat ditemukan di akhirat kelak, semua yang terjadi di dunia ini adalah sebatas potret dari apa yang akan terjadi di akhirat kelak.

[Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus-Sunnah]
baca juga : anjuran silaturahim kepada kerabat orang tua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *