Islam Dan Kesalehan Sosial

Allah menciptakan segala mahlukNya yang ada di muka bumi ini tidak lain hanya untuk diperuntuhkan untuk kemaslahatan manusia, seperti tertuang dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 29 yang artinya: Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu. Dari ayat ini kita tahu bahwa nikmat yang telah diberikan kepada manusia sungguh banyak tak terkira 
Dengan segala anugerah yang telah diberikan Allah kepada manusia ini menjadi sebuah amanat untuk menjaganya, terutama untuk mengabdikan diri kepada Allah dengan menjalankan segala kewajiban sebatas kemampuan yang ia miliki. Terkadang orang salah kaprah dalam memahami ritual ibadah dengan sempit, menganggap segala ibadah hanya berkaitan dengan Tuhan saja atau Hablun Min Allah, padahal ajaran islam juga mengatur hubungan sesama manusia atau Habluminannas. Karena pada hakikatnya manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, hal ini senada dengan perkataan Ibnu Khaldun dalam bukunya Al Muqaddimah:’ Al Insanu Madaniyyun Bi Al Tab’i” artinya Manusia secara karakteristiknya adalah makhluk berbudaya/sosial. 
Sebetulnya seumpama manusia memahami Memahami isi ajaran Shalat maka ia akan selalu menghormati, menghargai orang lain, baik yang ia kenal maupun tidak, terbukti bacaan Salam yang sering ia ucapkan waktu Shalat. Dari sini terbukti bahwa islam mengajarkan kita untuk bergaul dengan baik dengan siapapun tanpa memandang Ras, Suku, warna kulit, miskin atau kaya, tampan atau buruk rupa. 
Karena pancaran kesalehan seseorang bukan dari ucapan nya saja, namun dari tingkah laku yang tercermin dari lubuk hati, serta tidak meremehkan sekecil apapun kebaikan yang telah diberikan orang lain kepada kita. Ada kaidah fikih yang cukup fenomenal dikalangan Santri yaitu Al-Khoirul Muta’addi Khoirun Min al-Qoshir, artinya: kebaikan yang bisa bermanfaat buat orang banyak lebih utama dari pada kebaikan untuk diri sendiri. Kaidah ini sangat menggugah kita untuk berusaha menjadi orang yang bermanfaat sekaligus berkualitas untuk kemaslahatan banyak orang. 

Moh Afif Sholeh
ISMA’; ISLAMIC STUDIES AND MAQASID AL SYARI’AH

baca juga : Habib yang menyembunyikan amal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *