Hati yang selalu berkorban untuk sesama

Seorangg pemuda dalam tidurnya bermimpi, dia bisa melihat hati semua orang. Dia sangat takjub saat melihat hatinya sendiri yang bentuknya sangat bagus, mulus dan bercahaya.

Dia lihat hati orang lain tidak ada yang sebagus miliknya, hal itu membuatnya sangat bangga.

Suatu saat dia sangat heran melihat hati seorang wanita tua yang berukuran sangat besar, bentuknya tidak beraturan dan ada banyak lubang menganga.

Diapun bertanya kepada wanita itu: Mengapa hati anda berbentuk seperti itu ? Mengapa tidak sempurna seperti hati saya? Kata si pemuda dengan nada pamer.

Wanita itu menjawab dengan lembut: Itu mungkin karena kamu masih terlalu muda nak dan belum terlalu memahami dunia ini.

Setiap saya mencintai seseorg, saya mencungkil hati ini untuk diberikan kepadanya, begitu pula saat saya menolong orang, akan ada hati yang saya bagikan kepadanya. Saat saya masih muda, saya memiliki banyak sahabat yang membuat saya harus mengiris hati ini untuk dibagikan kepada mereka.

Dan saat saya menikah dan memiliki anak, hati saya hampir habis tersayat-sayat demi memahami suami dan membesarkan anak-anak saya.

Namun ada saat di mana orang-orang juga membagikan hatinya kepada saya. Mereka juga belajar untuk mengiris hatinya dan dibagikan kepada saya dan menutupi luka-luka yang ada, meski tidak semua berbuat demikian.

Itulah sebabnya mengapa hati saya lebih besar beberapa kali lipat dari hatimu dan masih ada beberapa luka yang menganga di hati ini.

Perkataan wanita tua itu membuat si pemuda tercengang, ia mulai menyadari bahwa hati wanita itulah sesungguhnya yang lebih sempurna.

Setiap luka dan lubang di hati wanita itu berbicara tentang cinta dan ketulusan, sedangkan tambalan dan banyak tumpukan berbicara tentang dobel porsi kasih yang didapatkan karena cinta dan ketulusannya.

HATI YANG SEMPURNA ADALAH HATI YANG BANYAK TERLUKA KARENA BERKORBAN DAN MENGAMALKAN KASIH YANG TULUS IKHLAS KEPADA SESAMA.

(dari berbagai sumber)
baca juga Islam dan kesalehan sosial

Tinggalkan Balasan