Kajian Hadits: “Larangan Mengancam Muslim”

بسم الله الرحمن الرحيم
كتاب البر والصلة والآدب باب النهي عن الإشارة بالسلاح إلى مسلم
حَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ قَالَ عَمْرٌو حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَشَارَ إِلَى أَخِيهِ بِحَدِيدَةٍ فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَلْعَنُهُ حَتَّى يَدَعَهُ وَإِنْ كَانَ أَخَاهُ لِأَبِيهِ وَأُمِّهِ. 
رواه مسلم

Artinya:
Diceritakan dari Abu Hurairah (w. 59 H) berkata: Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Salam (w. 11 H) bersabda: “Barang siapa yang mengacungkan senjata kepada saudaranya, maka malaikat akan melaknatinya hingga ia menurunkannya kembali. Walaupun dia saudara sebapak atau saudara seibu.”
HR. Muslim (W.261 H)

Istifadah:
Hadits ini menunjukkan akan kehormatan seorang muslim dan larangan mengancam yang dapat menakuti dan memberikan gambaran yang dapat menyakitinya.
Dalam hadits ini di tambahakan dengan kalimat “walaupun itu saudara seibu atau seayah” menunjukkan akan keumuman larangan mengancam seorang muslim di dalam segala keadaan, baik ancaman tersebut berupa candaan atau main-main, karena hukum mengancam seorang muslim adalah haram.

[Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

baca juga parfum seorang wanita

Tinggalkan Balasan