Keadilan Muara Kebaikan


Allah menciptakan segala mahluknya dengan berbagai macam bentuk, corak, juga karekter manusia yang bermacam suku, bangsa, ras, yang berbeda beda, tidak lain adalah untuk saling kenal mengenal satu dengan yang lain, untuk mencari kesamaan, bukan mencari perbedaan, memperkokoh persatuan, bukan untuk perpecahan, supaya saling memahami, mengerti satu dengan yang lain. Maka untuk mewujudkan masyarakat yang makmur serta aman dibutuhkan keadilan disemua lini kehidupan, dalam arti adil menempatkan sesuai porsi, kemampuan masing masing individu serta tidak condong memihak ke salah satu pihak tertentu, karena Allah mengutus para RasulNya, serta menurunkan kitab suci tidak lain bertujuan untuk memberikan keadilan terhadap semua manusia.

Dalam al Qur’an Allah menjelaskan manusia yang paling mulia dihadapanNya adalah yang paling bertaqwa, paling sempurna menjalankan perintahnya, baik hal wajib, maupun yang sunnah, serta yang paling mampu menjauhi segala yang hal dilarang, baik melalui perkataan maupun perbuatan yang ditujukan buat sesama manusia, atau pun mahluk yang lain. jadi, lebih tegasnya Allah tidak melihat hambanya dari segi materi, namun melihat dari esensi pancaran hati yang di tuangkan melalui perbuatan yang dilakukanya. Izzudin Bin Abdissalam dalam kitabya Qowaid Al Sugra menjelaskan tentang tingkatan konsep ihsan dalam 3 tahapan: Pertama, Ihsan dalam ibadah, merupakan tingkatan paling tinggi, sebagai bentuk pengabdian diri kepada Tuhanya, melalui ritual ritual agama yang telah ditetapkan oleh syari’at islam. 

Kedua, Ihsan terhadapdirinya, dengan menjalankan segala kebaikan yang manfaatnya akan dirasakan olehnya maupun menjauhkan larangan yang akan membuatnya celaka. Ketiga, Ihsan ke semua mahluk, baik sesama manusia, hewan, tumbuhan, atau mahluk yang lain, dengan berusaha memberikan kemanfaatan terhadap orang lain, serta menjaga alam sekitar sebagai tempat untuk berpijak. 
Moh Afif Soleh
Islamic Studies and Maqashid Al-Shariah (ISMA’) center

baca juga: berpolitik-ala-nabi-wajibkah.

One Comment on “Keadilan Muara Kebaikan”

Tinggalkan Balasan