Pemimpin Adil Dicintai Rakyat


Telah menjadi Sunnatullah (ketentuan Allah) di muka bumi ini, ada seorang pemimpin dan ada yang dipimpin atau rakyat. Hubungan keduanya harus saling bersinergi satu dengan yang lain, karena penguasa tidak akan mampu menjalankan tugasnya dengan baik tanpa adanya dukungan dari rakyatnya. 

Hal yang perlu diketahui oleh pemimpin adalah menciptakan keadilan yang merata dalam semua lini kehidupan, mulai masalah ekonomi, sosial, sehingga tidak ada ketimpangan dikalangan rakyatnya, antara orang kaya dan miskin, antara yang kuat dengan masyarakat bawah, serta adanya keamanan yang kondusif di masyarakat. 

Kebijakan seorang pemimpin harus berlandaskan kemaslahatan atau kebaikan bersama, bukan untuk memenuhi kebutuhan personal maupun golongan tertentu saja, ada sebuah kaidah fikih yang sangat terkenal dalam masalah ini, yaitu: تصرف اإلمام على الرعية منوط بالمصلحة Artinya: kebijakan pemimpin terhadap rakyatnya harus selaras dengan maslahat/ kebaikan. Namun saat ini menemukan sesosok pemimpin yang mengerti kondisi rakyatnya sangat minim sekali, terbukti banyaknya kepala daerah setelah menjadi pejabat, lupa akan amanat yang diembannya, ia malah lebih mementingkan masalah pribadi, daripada kepentingan rakyatnya, terutama setelah menghabiskan modal yang banyak untuk posisi yang ia kejar, lebih fokus untuk mengembalikan modal biaya yang telah dikeluarkan, semoga keadilan yang kita harapkan cepat terlaksana.

Moh Afif Soleh
Islamic Studies and Maqashid Al-Shariah (ISMA’) center
baca juga: keadilan-muara-kebaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *