Saudi akan buka 3 institusi baru di kota besar Indonesia. Waspadai Investasi Ideologi dibalik investasi ekonomi!

Kedatangan Raja Salman ke Indonesia membawa sejarah tersendiri. Setelah hampir setengah abad baru kali ini ada kunjungan Raja Saudi. Ini merupakan prestasi tersendiri bagi diplomasi Indonesia, karena sang Raja membawa 25 Milyar Dollar untuk investasi di 10 sektor. Diantaranya bidang pendidikan, ada juga kerja sama di sektor perikanan, keamanan, pendidikan, agrikultural, kesehatan dan penerbangan.

Sebagaimana diketahui secara umum, Saudi adalah penyokong gerakan massif aliran Salafi-Wahabi di Indonesia, salah satunya dengan mendirikan lembaga pendidikan LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab) pada 1980 di Jalan Buncit Raya Jakarta Selatan. Sebuah lembaga yang memberikan beasiswa pendidikan penuh sekaligus biaya hidup selama mahasiswa menempuh pendidikan di sana.
Institusi ini pada awalnya hanya sebuah “Ma’had” untuk pembelajaran bahasa Arab bagi warga non Arab. Namun pada 1987 mulai membuka fakultas Syariah dan ilmu-ilmu keIslaman lainnya dan berhasil menelorkan pendakwah-pendakwah aliran Salafi-Wahabi yang merangsek ke daerah-daerah di Indonesia dan membuka kajian-kajian ala Salafi-Wahabi.
Sebelum kedatangan Raja Salman, dalam press releasnya Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al- Shuaibi menyatakan akan membuka institusi baru di 3 kota Besar (Medan, Surabaya dan Makassar). Dan ini merupakan salah satu dari nota kesepahaman yang akan ditandatangani Raja Salman selama di Indonesia.
Dalam paparannya, Duta Besar Saudi mengatakan bahwa pendirian 3 lembaga baru ini hanya untuk program pembelajaran bahasa Arab. Namun demikian jika melihat sejarah awal berdirinya LIPIA sampai sekarang MoU tersebut perlu diwaspadai dan dikawal dengan ketat agar kedepan tidak menjadi boomerang bagi ideologi moderat warga Indonesia. (Moslemline/DM)

Tinggalkan Balasan