Hari Perempuan Intenasional; Khadijah adalah muslimah “feminis” pertama

Islam datang untuk menegakkan keadilan di dunia, termasuk membebaskan ketidakadilan yang sebelumnya menimpa kaum perempuan. 

Sebelum Islam datang, perempuan tidak dihargai dengan selayaknya manusia. Bahkan di negara Eropa abad pertengahan perempuan masih posisikan sebagai sesuatu yang subordinat dan tidak benar-benar diakui keberadannya. Perempuan hanya berfungsi sebagai “mesin” reproduksi manusia.
Sikap Islam dalam mengangkat harkat dan martabat wanita tidak bisa disamakan dengan gerakan feminisme yang baru-baru ini muncul. Islam sudah lebih dulu mengajarkan kesetaraan lelaki dan perempuan. Salah satunya dengan memberikan hak waris yang sebelumnya menjadi objek waris.
Khadijah, istri Nabi Muhammad adalah muslimah faminis pertama. Hal ini bisa dilihat dari beberapa hal. Misalnya dia adalah seorang pedagang kaya raya yang mengatur perdagangan lintas negara sampai ke Syam. Untuk ukuran masyarakat Arab pada jaman itu yang hampir semua lini kehidupan dikuasai kaum lelaki, sangatlah sulit bagi perempuan untuk bisa berperan aktif di ranah bisnis. Namun Khadijah bisa melakukannya.
Khadijah juga mendermakan semua yang dia miliki untuk dakwah Nabi, untuk membantu sesama wanita yang tidak mampu secara finansial. Khadijah berani mewujudkan semua mimpi-mimpinya ditengah kondisi bangsa Arab yang masih menganggap wanita hanya sebagai warisan.
Khadijah mampu menjadi wanita luar biasa yang bisa penopang perjuangan Nabi dalam menyebarkan dakwah Islam. Bahkan tahun kematiannya disebut sebagai tahun kesedihan karena besarnya peran Khadijah untuk dakwah Islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *