Kajian Hadis “Memberi makan dan mengucapkan salam”

بسم الله الرحمن الرحيم
كتاب الإيمان
باب إطعام الطعام من الإسلام

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ. رواه البخاري

Artinya:
‘Abdullah bin ‘Amru Radhiyallahu ‘Anhuma (w. 63 H) bercerita, bahwasanya ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi Shalallahu Alaihi wa Salam (w. 11 H): Apakah amalan yang paling baik dalam islam? Beliau Menjawab: engkau memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal maupun kepada orang yang tidak engkau kenal. HR. Bukhari (w. 256 H)

Istifadah:
Hadis ini menunjukkan akan anjuran memberi makan yang merupakan tanda dari kedermawanan, kemurahan hati, dan akhlak yang mulia, dan memberi makan juga dapat  memberikan manfaat kepada orang yang membutuhkan dan kelaparan. Di dalam hadis ini juga menyebutkan untuk memberi salam, hal ini menunjukkan agar seorang muslim rendah hati kepada muslim lain dan agar tawadu’,  juga menujukkan akan anjuran umat muslim menyatukan hati dan kalimat mereka satu, saling mencintai dan menyanyangi, dan juga isyarat akan keumuman salam kepada siapapun, tidak mengkhususkan hanya kepada orang tertentu kerena umat muslim seluruhnya adalah saudara, hanya saja salam ini dikhususkan pada sesama muslim saja tidak pada non muslim.

[Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

baca juga zikir-dengan-berjamaah-dan-bersuara.html

Tinggalkan Balasan