Kajian Hadith: Keutamaan Mengiringi Jenazah

بسم الله الرحمن الرحيم  
كتاب الإيمان
باب اتباع الجنائز من الإيمان
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَلِيٍّ الْمَنْجُوفِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا رَوْحٌ قَالَ حَدَّثَنَا عَوْفٌ عَنْ الْحَسَنِ وَمُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ اتَّبَعَ جَنَازَةَ مُسْلِمٍ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا وَكَانَ مَعَهُ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا وَيَفْرُغَ مِنْ دَفْنِهَا فَإِنَّه يَرْجِعُ مِنْ الْأَجْرِ بِقِيرَاطَيْنِ كُلُّ قِيرَاطٍ مِثْلُ أُحُدٍ وَمَنْ صَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ رَجَعَ قَبْلَ أَنْ تُدْفَنَ فَإِنَّهُ يَرْجِعُ بِقِيرَاطٍ 
(رواه البخاري)

Artinya
Abu Hurairah (w.59 H), bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Barangsiapa mengiringi jenazah muslim, karena iman dan karena Allah dan dia selalu bersama jenazah tersebut sampai dishalatkan dan selesai dari penguburannya, maka dia pulang dengan membawa dua qiroth, setiap qiroth setara dengan gunung Uhud. Dan barangsiapa menshalatkannya dan pulang sebelum dikuburkan maka dia pulang membawa satu qiroth”.
HR. Al-Bukhari (w.256 H)

Istifadah
Mengurus jenazah muslim hukumnya fardu kifayah. Dalam artian jika suatu masyarakat tidak ada seorang pun yang mengurus seorang jenazah, maka masyarakat tersebut semuanya berdosa. Akan tetapi jika ada seorang atau lebih dari masyarakat tersebut yang mengurusnya, maka masyarakat lainnya tidak berdosa.
Dalam hadis diatas, diterangkan akan keutamaan orang yang mengurus jenazah muslim. Yaitu baginya 2 qirath (pahala yang besar) bagi yang mengiringi jenazah dari awal prosesi pengurusan yakni memandikan, mengkafani, menshalati sampai selesai penguburan.
Adapun bagi yang tidak ikut prosesi penguburan, maka baginya 1 qirath.

[Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus-sunnah]

baca indonesia-palestina-besanan-lagi

Tinggalkan Balasan