Phubbing? Hindari !!!

Pernahkah anda melihat orang yang selalu memainkan gadgetnya saat ngumpul-ngumpul? Pernahkah anda memperhatikan orang yang selalu apdet status saat sedang rapat? Pernahkah anda mendapati orang yang sedikit-sedikit memeriksa gadgetnya ketika sedang bersama rekannya? Itulah phubbing.

Phubbing adalah gejala sosial yang muncul karena maraknya smartphone. Banyak yang merasa terganggu dengan hilangnya interaksi sosial face to face karena pengaruh smartphone. Orang terdorong untuk berinteraksi melalui media-media sosial di manapun berada, bahkan saat berkendara yang kadang-kadang berakibat kurang baik bagi banyak orang.

Diksi “Phubbing” muncul pada 2012 atas respon terhadap munculnya fenomena kurang positif karena dampak smartphone. Dicetuskan oleh tim pakar bahasa McCann dan Macquarie. Kampanye anti phubbing kemudian digencarkan di Amerika dan mulai masuk ke Indonesia pada 2015.

Di antara dampak buruk perilaku phubbing adalah berkurangnya keharmonisan hubungan pertemanan, persahabatan, bahkan kekeluargaan. Karena phubber minim perhatian terhadap lawan bicara. Dan di beberapa negara, perilaku abai terhadap lawan bicara dianggap tidak sopan. Dan secara tidak sadar bertentangan dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat.

Perilaku abai terhadap orang di sekitar membuat suasana tidak lagi menyenangkan. Orang lebih suka bergaul dengan media sosial dari pada berinteraksi langsung dengan lawan bicara. Inilah yang kemudian menjadi titik poin kampanye anti phubbing.

Hindari Phubbing, dan gunakan gadget seperlunya..

Dahrul

baca juga https://geladeri.com/2018/07/24/pc-rmi-nu-pekalongan-akan-segera-menggelar-liga-santri-pekalongan/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *