Pelestarian kemabruran haji

Untuk melestarikan kemabruran, keberlangsungan spirit haji sebaiknya selalu tertanam dalam perilaku sehari-hari.  Seperti pengambilan atau penentuan sikap untuk berbuat sesuai aturan sebagai realisasi pengambilan sikap miqat ihram. Sehingga seorang muslim senantiasa dituntut untuk selalu “bermiqat” dalam segala hal dengan tuntunan agama.

Sementara pakaian ihram diibaratkan sebagai simbol persamaan derajat. Sama dengan keadaan saat menghadap Allah di hari akhir, semua sama kecuali kadar ketakwaan masing-masing. Seseorang dengan pakain tersebut selalu diingatkan akan kematian dan kemudian selalu beramal baik di setiap langkah sampai ajal menjemput.

Pekikan suara talbiyah yang menggema selalu mengingatkan manusia kepada pengutamaan panggilanNya, dimanapu berada. Saat seseorang terlalu sibuk dengan pekerjaan, akan segera mengambil air wudlu saat mendengar adzan. Saat mata terlelap akan segera terbangun saat mendengar seruan shalat shubuh. Semuanya menjadi tidak dipentingkan, kecuali panggilanNya. Begitu juga dalam melakukan segala aktifitas sehari-hari manusia dituntut untuk tetap mengingat Allah. Ini adalah bentuk perwujudan dari thawaf, dimana seseorang terus berputar namun tetap mamiliki acuan putarannya, yaitu Ka’bah.

Sa’i yang dilakukan antara shafa dan marwa menunjukkan sikap percaya diri dalam segala kebaikan, selalu berusaha untuk mencapai cita-cita dengan menyerahkan hasil padaNya. Sehingga seseorang dapat memiliki hati yang senantiasa legowo dengan segala takdir yang didapatkannya atas segala usaha yang dilakukan. Dan didampingi dengan sikap introspeksi sebagai buah dari amalan wukuf  di padang Arafah yang mengingatkan akan keadaan di padang mahsyar ketika semua manusia dikumpulkan untuak diadili.

Rangkaian ibadah haji yang panjang tersebut tidaklah hanya sekedar amalan atau perbuatan lahiriah semata yang hanya bertujuan untuk menggugurkan kewajiban. Namun lebih jaih merupakan tonggak awal manusia memulai hidup baru dengan lebih tertata jasmani dan rohaninya. Sehingga seseorang dapat menjadi manusia yang dijanjikan surga oleh Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *