Peningkatan Kedekatan Diri kepada Allah Sebagai Penanda Kemabruran Haji

Pembahasan tentang ibadah haji dalam al-Qur’an terdapat dalam surat al-Baqarah (ayat 158, 189, 196-203), Ali Imran (ayat 97), al-Ma’idah (1-2, 97) dan surat al-Hajj. Ibadah haji diwajibkan bagi orang yang mampu melaksanakannya. Mampu secara materi dan fisik.

Melihat fenomena daftar antrian keberangkatan ibadah haji dari pemerintah yang semakin panjang, hal itu menunjukkan peningkatan taraf hidup masyarakat dan juga peningkatan kesadaran untuk melaksanakan perintah agama. Sebuah kesadaran beribadah yang harus disempurnakan dengan kesempurnaan hati yang selalu berharap kasih sayang dari Penciptanya.

Ibadah haji bukanlah sekedar mencari gelar tambahan “haji” di depan nama. Ibadah haji adalah ibadah yang bersifat vertikal yang menuntut adanya kesiapan lahir batin dari pelakunya. Ibadah haji memungkinkan seseorang mencapai derajat tertentu yang lebih tinggi di hadapan Sang Maha Pencipta jika disertai dengan hal-hal yang mendukung. Namun demikian ibadah haji juga bisa menjadi sebuah ritual “pelesiran” semata jika beberapa hal terkait ibadah ini tidak dipenuhi.

Dalam kacamata tasawwuf, ibadah haji mempunyai makna hakikat yang sangat dalam. Sehingga haji adalah salah satu sarana seseorang mencapai kemanunggalam keimanan yang sempurna dan salah satu wadah untuk mencapai pengenalan kepada Allah secara menyeluruh. Sehingga tujuan haji secara lebih mendalam adalah tercapainya haji yang mabrur dari sisi fikih dengan disertai terbentuknya jiwa yang mapan yang selalu dekat dengan Allah. Yaitu menjadi insan kamil (manusia sempurna) dari sisi tasawwufnya.

Kilas balik sejarah ibadah haji dimulai ketika Nabi Ibrahim dan Isma’il membangun ka’bah semata-mata untuk beribadah pada Allah disaat seluruh negeri dipenuhi oleh praktek penyembahan berhala. Dan Nabi Ibrahim mendapatkan perintah untuk menyeru manusia mengerjakan ibadah haji. Seiring dengan menyebarnya ajaran Nabi Ibrahim di jazirah arab, orang-orang juga mulai banyak berdatangan untuk berthawaf.

Kemudian saat agama Islam hadir di tengah-tengah bangsa Arab, sebagian masyarakat arab masih memegang ajaran Ibrahim. Namun sebagian besarnya mengalami kemunduran akhlak dan akidah yang sudah tercemari oleh perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama tauhid, tak terkecuali dalam hal ibadah haji. Kemudian Nabi Muhammad SAW mengembalikan ritual haji sebagaimana dahulu diajarkan oleh Ibrahim AS, sekaligus membersihkannya dari unsur-unsur bid’ah dan kerusakan.

Ibadah haji juga merupakan rangkaian ritual yang bisa mengingatkan manusia pada perjuangan Nabi Ibrahim dan anaknya. Dimulai dari membangun Kabah sampai penyembelihan Ismail sewaktu remaja. Semuanya mengingatkan jasa-jasa besar Nabi Ibrahim sebagai peletak dasar agama tauhid bagi tiga agama samawi yang ada sekarang.

Makna ibadah Haji

Sayid Sabiq memberi definisi ibadah haji sebagi kunjungan ke Mekkah untuk mengerjakan ibadah thawaf, sa’i, wukuf di Arafah dan ibadah-ibadah lain demi memenuhi perintah Allah dan mengharapkan keridhaan-Nya.

Sedangkan As-syaikh Abdul Qadir Al-Jailani di dalam kitab Sirrul Asrar mengkategorikan haji kedalam dua pengertian, ada pengertian haji menurut syariat dan ada haji menurut thariqat. Haji syariat ialah melakukan ibadah haji ke Baitullah dengan melaksanakan syarat-syarat dan rukun-rukunnya, sehingga menghasilkan pahala haji. Bila kurang syaratnya, maka kurang pula pahalanya, bahkan membatalkannya. Sedangkan haji thariqat adalah adanya kecenderungan hati ingin bertemu dengan pemilik baitullah, selanjutnya melaksanakan dzikir dengan lisan serta menghayati maknanya dengan hati dan fikirannya.

Tidak sebagimana makna haji syariat yang hanya melaksanakan syarat dan rukunnya saja, haji hakikat atau tharikat menuntut kehadiran hati dan segenap jiwa untuk merenungi makna terdalam dari ibadah haji tersebut. Perenungan tersebut dijalankan bukan hanya saat berada di Mekah namun selamnya sampai mampu menghidupkan hatinya untuk selalu mengingat Allah dan jiwanya menjadi bersih dan suci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *