Al Qiyadah Al Islamiyah

Oleh : H.Wahyuddin Yapid,Lc[1]

 

After a few years ago, Muslims in Indonesia shocked by the new flow (more precisely called a new religion) as the Ahmadiyya, Alamulla (Lia Aminuddin / Lia Eden), who claims to admit as part of Islam but the reality is much different from the Islamic shariah, now appears again flow (read: religion) has named Al Qiyadah Al Islamiyah.

This paper discusses a wide range of matters relating to the Al Qiyadah Al Islamiyah and its teachings are claimed as heresy . Hopefully this article useful for us all.

 

  1. Pendahuluan

Akhir- akhir ini di masyarakat bermunculan adanya aliran sesat, pelecehan agama dan upaya pendangkalan kaidah. Kemunculan aliran sesat itu tidak hanya di tengah umat Islam, tetapi juga di Kristen, Buddha, dan Hindu.[2]

Terdapat beberapa hal yang tidak boleh berbeda dalam syari’at Islam, jika suatu orang/kelompok berbeda dalam hal yang tidak dibolehkan berbeda, maka orang/kelompok tersebut dengan sendirinya keluar dari Islam. Beberapa hal yang tidak boleh berbeda dalam syari’at Islam itu adalah dalam permasalahan yang paling penting dari yang paling penting, yaitu hal-hal yang menyangkut tauhid, akidah, dan keimanan termasuk dalam rukun Islam dan rukun Iman.

Organisasi Islam seperti Nahdathul Ulama,Muhammadiyah, PERSIS, Al Irsyad, FPI, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, dan sebagainya seringkali terjadi perbedaan di beberapa masalah tentang agama Islam, tetapi perbedaan tersebut bukanlah perbedaan dalam permasalahan yang paling penting dari yang paling penting (hal-hal yang menyangkut tauhid, akidah, dan keimanan). Sehingga walau terkadang sangat terlihat pertentangan diantara beberapa organisasi tersebut, mereka tetap mengakui diri mereka sebagai saudara sesama muslim.

Ada beberapa kelompok/organisasi/aliran di Indonesia ini yang mengaku bagian dari agama Islam tetapi memiliki perbedaan dalam permasalahan yang paling penting dari yang paling penting (hal-hal yang menyangkut tauhid, akidah, dan keimanan), sehingga kelompok/organisasi/aliran tersebut dianggap menyimpang/keluar dari agama Islam oleh para ulama Islam. Kelompok/organisasi/aliran yang seperti itu ternyata cukup banyak di Indonesia, contohnya adalah Ahmadiyah, Salamullah (Lia Aminuddin AKA Lia Eden).

Akhir-akhir ini kita sering mendengar berita tentang Al Qiyadah Al Islamiyah. Seperti apa aliran Al Qiyadah Al Islamiyah itu, apakah ia termasuk bagian dari Islam atau menyimpang dan sesat/keluar dari Islam? Pada bab berikutnya penulis akan menjelaskan Al Qiyadah Al Islamiyah.

 

  1. Sejarah Munculnya Al Qiyadah Al Islamiyah

Aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah didirikan oleh Ahmad Moshaddeq alias H Salam sejak 23 Juli 2006. Ia mengaku, mendapat wahyu dari Allah dan mengaku sebagai Rasul menggantikan posisi Muhammad SAW setelah bertapa selama 40 hari 40 malam.[3]

Kitab Suci yang digunakan adalah Al Quran, tetapi meninggalkan hadits dan menafsirkannya sendiri. Aliran itu juga mengajarkan Syahadat baru, yakni “Asyhadu alla ilaha illa Allah wa asyhadu anna Masih al-Mau`ud Rasul Allah”, di mana umat yang tidak beriman kepada “al-Masih al-Mau`ud” berarti kafir dan bukan muslim.

Selain itu, aliran baru ini tidak mewajibkan shalat, puasa dan haji, karena pada abad ini masih dianggap tahap perkembangan Islam awal sebelum akhirnya terbentuk Khilafah Islamiyah. Aliran tersebut juga mengenal penebusan dosa dengan menyerahkan sejumlah uang kepada al-Masih al-Mau`ud.[4]

 

  1. Al Qiyadah Mengajarkan Ajaran Sesat

       Al-Qiyadah Al-Islamiyah adalah sebuah pergerakan yang mendasarkan diri pada Al-Qur’an serta memahami Al-Kitab dalam konteks Al-Quran sebagai batu petunjuk. Gerakan ini bertujuan untuk menegakkan kembali Kerajaan Allah sesuai dengan petunjuk dalam Al-Quran. Wahyu yang diterima Moshaddeq bukan berupa kitab tapi pemahaman yang benar dan aplikatif mengenai ayat-ayat Al-Quran yang menurut pendapat Mushaddeq telah disimpangkan sepanjang sejarah, Gerakan ini dianggap sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 4 Oktober 2007, setelah menjalani penelitian secara subyektif selama 3 bulan karena tidak bersesuaian dengan standar Islam mainstream dan dituduh melakukan sinkretisme agama.

Pada tahap pertama programnya adalah pembinaan iman atau aqidah yang fokusnya memberikan peringatan kepada manusia tentang kebangkitan kembali Islam, dan memberi hiburan bagi orang-orang yang mau bertaubat dan menerima kehadirannya, bahwa mereka akan diampuni.[5]. Al-Masih Al- Maw’ud menyatakan bahwa dirinya banyak menerima wahyu dari Allah saat bertahannuts di Gunung Bunder. Dan kepada para pengikutnya ditekankan agar bersaksi bahwa semua itu adalah kebenaran yang datang dari Allah melaui rasul-Nya.[6]

Namun demikian, apa yang diajarkan oleh kelompok Al-Qiyadah Al-Islamiyyah ini, ternyata tidak semata mengutip ayat-ayat AL-Quran saja. Mereka juga mengajarkan juga paham-paham Kristen, bahkan banyak mengutip dan mendasarkan ajarannya pada Al-Kitab (Injil).

Mereka berpemahaman bahwa ajaran yang dibawa Moses, Yesus, dan Ahmad (Nabi Muhammad-penulis) adalah sama karena memiliki sumber ajaran yang sama pula (dari Allah), bahkan kata mereka, didalam Islam ada konsep trinitas sebagaimana dalam ajaran Kristen.

Demikianlah, mereka mencampuradukkan ajaran. Banyak lagi ajaran-ajaran yang mereka tanamkan kepada apara pengikutnya dengan memberikan pemahaman yang menyesatkan. Mereka tidak segan-segan menyatakan, “Sebetulnya ajaran Yesus sama dengan ajaran Islam.”Melalui tulisan ini, dihimbau kepada kaum muslimin untuk mewaspadai gerakan kelompok ini. Gerakannya masih terselubung menjadikan berbagai pihak menemui kesulitan untuk memantau secara seksama.

Masalah penyebaran paham gerakan ini tidak bisa dianggap sepele sehingga menjadikan kaum muslimin bersikap pasif. Namun, hendaknya berbagai kalangan menyerukan (agar waspada) terhadap kesesatan yang ada, sebagaimana disebutkan dimuka, untuk ditangkal. Masyarakat diminta untuk mewaspadai dan jangan sampai terjebak mengikuti pemahaman sesat ini.

Agama ini, yaitu Islam, telah sempurna dan hanya Islam, agama yang diterima di sisi Allah subhanahu wata’ala, pemahaman Islam yang disandarkan kepada Salafush Shalih akan memberikan dasar kerangka pemahaman agama yang haq (benar), Allah subhanahu wata’ala berfirman, “(Pada hari ini, telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan telah Aku cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam itu menjadi agama bagi kalian).[7] “( Sesungguhnya agama Sesungguhnya agama(yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam)”.[8]

Karena itulah, Aliran ini mempercayai bahwa Ahmad Moshaddeq adalah Al-Masih Al-Maw’ud, Mesias yang Dijanjikan untuk umat penganut ajaran Ibrahim/Abraham yang meliputi agama Islam (Bani Ismail) dan Kristen (Bani Ishaq), sebagai pengganti Nabi Muhammad SAW. Di dalam kalimat syahadat, kata yang menyebutkan Nabi Muhammad juga dihapuskan. Aliran ini juga belum mewajibkan pengikutnya untuk menjalankan ibadah shalat lima waktu, dengan alasan kewajiban tersebut belum perlu dilaksanakan kecuali menjelang hijrah dan setelahnya.

Adapun pengertian “Aliran Sesat” ditinjau dari arti bahasa terdiri dari dua kata yaitu aliran dan sesat. Kata aliran berasal dari kata dasar alir yang mendapat akhiran -an. Arti kata aliran adalah sesuatu yang mengalir (tentang hawa, air, listrik dan sebagainya); sungai kecil, selokan, saluran untuk benda cair yang mengalir (seperti pipa air); gerakan maju zat alir (fluida), misal gas, uap atau cairan secara berkesinambungan[9]. Arti kata sesat adalah salah jalan, tidak melalui jalan yang benar, salah, keliru, berbuat yang tidak senonoh, menyimpang dari kebenaran.[10]

Pengertian aliran sesat apabila dikaitkan dengan arti katanya dapat dimaknakan sebagai suatu gerakan yang berkesinambungan (terus menerus) yang menyimpang dari kebenaran. Penyimpangan kebenaran dalam hal ini dikaitkan dengan ajaran agama yang diakui di Indonesia. Aliran sesat yang dicontohkan dalam makalah ini adalah aliran sesat yang terjadi pada umat Islam. Bagi umat Islam di Indonesia, telah ada suatu wadah atau lembaga yang berusaha untuk menjaga kemurnian ajaran agama Islam, yaitu Majelis Ulama indonesia (selanjutnya disingkat dengan MUI). Pada tanggal 9 November 2007 MUI telah mengeluarkan fatwa tentang 10 kriteria aliran sesat.

 

  1. Faktor – faktor Al Qiyadah Diklaim Sebagai Ajaran Sesat
  2. Mengingkari rukun iman (Iman kepada Allah, Malaikat, Kitab Suci, Rasul, Hari Akhir, Qadla dan Qadar) dan rukun Islam (Mengucapkan 2 kalimat syahadah, sholat 5 waktu, puasa, zakat, dan Haji)
  3. Meyakini dan mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar`i (Alquran dan as-sunah),
  4. Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran
  5. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran
  6. Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah tafsir
  7. Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam
  8. Melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul
  9. Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir
  10. Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah
  11. Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar’i[11]

 

  1. Pokok – Pokok Ajaran Al Qiyadah

 

  1. Rasulullah Muhammad SAW telah berakhir masa tugasnya sampai saat 1.400 H.
  2. Allah SWT telah mengutus Rasul baru yaitu Ahmad Mushaddeq yang menamakan dirinya “ Rasul Almasih Almawu’ud “
  3. Dua kalimah syahadat : Asyhadu anlaa ilaaha illaallaahu, Waasyhadu anna Muhammadan Rasuulullaah , diganti dengan syahadat baru yang berbunyi ASYHADU ANLAA ILAHA ILLALLAH WA ASYAHADU ANNA ALMASIH ALMAWU’UD RASULULLAH[12]. Jiwa dan maknanya sama dengan bai’at Mukmin Muballigh pada buku Ruhul Kudus Yang Turun Kepada Al Masih Almaw’ud yang berbunyi : Selanjutnya kami masing-masing menyatakan persaksian sebagai berikut : Aku Bersaksi Bahwa Tiada Yang Hak Untuk Diibadati Kecuali Alloh , Dan Aku Bersaksi Bahwa Anda Al Masih Almaw’ud Adalah Utusan Allah[13].
  4. Kitab Sucinya masih Al-Quran, tetapi mereka berkeyakinan bahwa Al-Quran sekarang tinggal tulisan (bacaannya) yang tertinggal, sedangkan jiwa (ruhnya) sudah hilang sejak 1.300 (seribu tiga ratus ) tahun yang lalu.
  5. Rasul Almasih Almaw’ud ( Ahmad Mushaddeq) diutus oleh Alah SWT untuk mengembalikan jiwa (ruh) Al-Quran yang telah hilang tersebut dalam dada setiap muslim, agar hidup jiwanya. Cara kerja Al Masih Almaw’ud sama persis dengan Nabi Muhammad SAW, karena petunjuk dan pedomannya juga sama yaitu Al Qur’an.
  6. Bila seseorang melakukan ibadah tanpa mengikuti rasul setelah Muhammad, yaitu Al Masih Almaw’ud , maka tidak akan diterima ibadahnya[14].
  7. Rasul Al Masih Almaw’ud mewajibkan setiap pengikutnya untuk MITSAQ ( bai’at) sebagai bukti telah mengikuti rasul baru Al Masih Almaw’ud yang bernama Ahmad Moshaddeq.
  8. Untuk menjadi saksi bahwa Al Masi Al Maw’ud sebagai rasul Allah, maka mukmin harus mempertanggung jawabkannya kepada manusia, bahwa dia sebagai saksi tentang kedudukan Al Masih Al Maw’ud sebagai rasul Allah diabad ini, seperti yang dinubuwatkan oleh Al Quran dan hadist Muhammad tentang Al Masih yang akan datang setelah periode Muhammad rasulullah[15].
  9. Iman kepada Al Masih Al Maw’ud sebagai rasul Allah adalah mengikuti bimbingan dan tuntunan arah jalan yang akan kita tempuh oleh Al Masih Al Maw’ud yang berpedoman kepada ayat Al Quran sebagai shirothol mustaqiem – yang diminta oleh semua orang, baik Bani Israil maupun Bani Ismail, yaitu jalan lurus atau jalan kebenaran. Jadi Al Masih Al Mau’ud akan menggunakan Al Quran sebagai shiroth, dan semua orang beriman harus mengikuti Al Masih Al Mau’ud, karena Al Masih Al Mau’ud adalah orang yang diberikan ilmu tentang Al Quran ( Wahyu) oleh Allah. Dialah menuntun manusia dengan tuntunan Al Qur’an yang difahaminya secara konsekwen dan konsisten[16].
  10. Setelah mendapatkan ruhul Qudus yang diturunkan oleh Al Masih Al Maw’ud kepada kami, dengan ini dipermaklumkan kepada seluruh umat manusia dari segala bangsa,suku,ras dan segenap orang yang membaca kitab ini, bahwa kami adalah orang yang telah bersaksi bahwasanya Al Masih Al Mauw’ud adalah rasul Allah. Sebagaimana yang telah dinubuwahkan oleh Al Qur’an didalam surat Al Jumu’ah ayat 2 dan 3 berikut: “Dialah yang membangkitkan dari bangsa yang ummi sebagai rasul diantara mereka, yang membacakan ayat-ayat Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata. Dan (juga) kepada bangsa yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”[17]. (Selanjutnya kami masing-masing menyatakan persaksian sebagai berikut : “ Aku bersaksi bahwa Tiada Yang Hak untuk Diibadati Kecuali Allah, dan Aku Bersaksi bahwa Anda Al Masih Almaw’ud adalah utusan Alloh “.
  11. Sholat lima waktu tidak wajib karena saat sekarang sudah kembali menjadi periode Mekkah karena tidak berlakunya hukum Islam (Al-Quran dan Hadits).
  12. Yang wajib adalah Qiyamul-lail (shalat malam ) dan sholat waktu terbit matahari dan waktu terbenamnya matahari seperti yang dilakukan Rasul Muhammad SAW sewaktu priode Mekkah.
  13. Orang Islam diluar kelompok mereka dianggap kafir/jahiliyyah.
  14. Anggauta mereka yang lalai mengerjakan sholat malam (Qiyamul lail) dikenakan harus membayar penebusan dosa (kafarat) dan besar kafarot tersebut tergantung dari ketetapan atas mereka (Formulir Penebusan Dosa/ Kafarat terlampir ).
  15. Wanita muslimah boleh menikah dengan laki-laki Nashrani.
  16. Kalau ingin berbicaa khusus dengan “ rosullloh , baca Ahmad Moshaddeq ” maka harus mengeluarkan shodaqoh sebelum pembicaraan itu[18]. Bertasbih diartikan : Sibuk berjuang melaksanakan instruksi Allah sebersihbersihnya.
  17. Para anggauta yang disebut “ mukmin muballigh atau alhawariyyin “ memiliki 2 (dua) nama , yaitu Ismun Awwal (Nama Asli) dan Ismun Tsaani (nama dikelompok Alqiyadah Islamiyyah) dan sebahagian besar nama yang kedua (ismun tsaani) berbau Nashrani.[19]

 

 

  1. Metode – Metode Penafsiran Benar Menyikapi Tafsir sesat Al-Qaidah Al-Islamiyah

Abi Hujaj Mujahid Bin Jabar Al-Qursyi Al-Makhzumy –rahimahullahi- dalam tafsirnya menyatakan tentang kaidah menafsirkan Al-Qur’an[20]. Beliau -rahimahullah- menyampaikan bahwa metode  menafsirkan Al-Qur’an adalah sebagai berikut:

  1. Menafsirkan Al-Qur’an dengan Al-Qur’an. Metodologi ini merupakan yang paling shalih (valid) dalam menafsirkan Al-Qur’an.
  2. Menafsirkan Al-Qur’an dengan As-Sunnah. Kata beliau -rahmahullah-, bahwa As-Sunnah merupakan pensyarah dan yang menjelaskan tentang menjelaskan tentang Al-Qur’an. Untuk hal ini beliau -rahimahullah- mengutip pernyataan Al-Imam Asy-Syafi’i -rahimahullah- : “Setiap yang dihukumi Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam-, maka pemahamannya berasal dari Al-Qur’an. Allah -Subhanahu wata’ala- berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan Kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) membela orang-orang yang khianat.”
  3. Menafsirkan Al-Qur’an dengan pernyataan para shahabat. Menurut Ibnu Katsir -rahimahullah- : “Apabila tidak diperoleh tafsir dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, kami merujuk kepada pernyataan para shahabat, karena mereka adalah orang-orang yang lebih mengetahui sekaligus sebagai saksi dari berbagai fenomena dan situasi yang terjadi, yang secara khusus mereka menyaksikannya. Merekapun adalah orang-orang yang memiliki pemahaman yang sempurna, strata keilmuan yang shahih (valid), perbuatan atau amal yang shaleh tidak membedakan diantara mereka, apakah mereka termasuk kalangan ulama dan tokoh, seperti khalifah Ar-Rasyidin yang empat atau para Imam yang memberi petunjuk, seperti Abdullah bin Mas’ud -radliyallahu anhu-.
  4. Menafsirkan Al-Qur’an dengan pemahaman yang dimiliki oleh para Tabi’in (murid-murid para shahabat). Apabila tidak diperoleh tafsir dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah atau pernyataan shahabat, maka banyak dari kalangan imam merujuk pernyataan-pernyataan para tabi’in, seperti Mujahid, Said bin Jubeir. Sufyan At-Tsauri berkata : “Jika tafsir itu datang dari Mujahid, maka jadikanlah sebagai pegangan”

Ibnu Katsir -rahimahullah- pun mengemukakan pula, bahwa menafsirkan Al-Qur’an tanpa didasari sebagaimana yang berasal dari Rasulullah -shallallahu’alaihi wasallam- atau para Salafush Shaleh (para shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in) adalah haram. Telah disebutkan riwayat dari Ibnu Abbas -radliyallahu ‘anhuma- dari Nabi -shallallahu’alaihi wasallam-:

من قال في القرأن برأيه او بما لايعلم فليتبوأ مقعده من النار

“Barangsiapa yang berbicara (menafsirkan) tentang Al-Qur’an dengan pemikirannya tentang apa yang dia tidak memiliki pengetahuan, maka bersiaplah menyediakan tempat duduknya di Neraka.” (Dikeluarkan oleh At Tirmidzi, An Nasa’i dan Abu Daud, At Tirmidzi mengatakan : hadist hasan).[21]

Metode – Metode Penafsiran Benar Menyikapi Tafsir sesat Al-Qaidah Al-Islamiyah. Al-Qiyadah Al-Islamiyyah sebagai sebuah gerakan dengan pemahaman keagamaan yang sesat, telah menerbitkan sebuah tulisan dengan judul “Tafsir wa Ta’wil”. Tulisan setebal 97 hal + vi disertai dengan satu halaman berisi ikrar yang menjadi pegangan jama’ah Al-Qiyadah Al-Islamiyyah.

Sebagai gerakan keagamaan yang menganut keyakinan datangnya seorang Rasul Allah yang bernama Al Masih Al-Maw’ud pada masa sekarang ini, mereka melakukan berbagai bentuk penafsiran terhadap Al Qur’an dengan tanpa kaidah-kaidah penafsiran yang dibenarkan berdasarkan syari’at, ayat-ayat Al-Qur’an dipelintir sedemikian rupa agar bisa digunakan sebagai dalil bagi pemahaman-pemahamannya yang sesat. Sebagai contoh, bagaimana mereka menafsirkan ayat: “(Lalu Kami wahyukan kepadanya: “Buatlah bahtera dibawah penilikan dan petunjuk Kami)’.[22]

Maka, mereka katakan bahwa kapal adalah amtsal (permisalan,ed) dari qiyadah, yaitu sarana organisasi dakwah yang dikendalikan oleh Nuh sebagai nakoda. Ahli Nuh adalah orang-orang mukmin yang beserta beliau, sedangkan binatang ternak yang dimasukkan berpasang-pasangan adalah perumpamaan dari umat yang mengikuti beliau. Lautan yang dimaksud adalah bangsa Nuh yang musyrik itu.[23]

Demikianlah upaya mereka mempermainkan Al-Qur’an guna kepentingan gerakan sesatnya. Sungguh, seandainya Al-Qur’an yang diturunkan kepada Rasulullah -shallallahu ‘alihi wasallam- boleh ditafsirkan secara bebas oleh setiap orang, tanpa mengindahkan kaidah-kaida penafsiran sebagaiman dipahami slaful ummah, maka akan jadi apa islam yang mulia itu ditengah pemeluknya ? Al-Qiyadah Al-Islamiyyah hanya sebuah sampel dari sekian banyak aliran/paham yang menyelewengkann Al-Qur’an dengan cara melakukan interpretasi atau tafsir yang tidak menggunakan ketentuan yang selaras dengan pemahaman yang benar.

 

  1. Contoh – Contoh Penafsiran
  2. Alfuluk ( perahu, kapal) diartikan Al Qiyadah Al Islamiyah yang merupakan komunitas orang-orang beriman ( Jama’ah Muslim). Yang mau naik di atas perahu (kapal) yang dibuat oleh mereka, (masuk dalam Qiyadah Islamiyah) selamat masuk surga dan tidak mau masuk dalam Qiyadah Islamiyah selamat masuk neraka.
  3. Kapal nabi Nuh yang berlayar di lautan : Al Qiyadah Islamiyah yang sedang berjalan (berkembang) di tengah-tengah lautan orang kafir yang ada di Indonesia untuk menyelamatkan manusia.
  4. Yaumul Qiyamah diartikan hari berdirinya agama atau hari tegak hukum agama
  5. Yaumid Dien diartikan hari menangnya hukum agama dan hancurnya musuhmusuh Islam.
  6. Ayat Al-Quran yang artinya : Maka tatkala dibunyikan terompet itulah tanda-tanda datangnya hari yang sulit: dibunyikan terompet dimakud tanda-tanda akan datangnya adzab yang dijanjikan itu. Tanda-tanda itu berupa hancurnya system ekonomi negara yang akibatnya menimpa rakyat jelata, akibatnya kejahatan terjadi dimana-mana, perampokan, penjarahan, pencurian, penggelapan, korupsi, teror , sabotase, kebakaran yang disengaja, banjir besar, wabah penyakit, pembunuhan sadis, bentrokan masa, bentrokan golongan antara suku, antara keluarga dan lain-lain sebagainya.
  7. Surat Albaqarah ayat 259 artinya : Dikumpulkan tulang belulang dan membalutnya dengan daging ; dikumpulkan para mujahid , sebagai tentara negara Islam dalam satu struktur yang ahsanutaqwiem , bunyaanun marshush (64:4) .
  8. Mereka berjuang ingin mendirikan negara Islam versi mereka, dengan menggunakan 6 (enam) tahap yaitu :

7.1. Sirrin = gerakan rahasia, berdakwah secara rahasia, mengaji secara rahasia, merekrut anggauta secara rahasia.

7.2. Jahrun = berdakwah secara terang-terangan, mengaji secara terangterangan, merekrut anggauta secara terang-erangan, kalau menurut perhitungan mereka sudah kuat untuk melawan kekuatan kafir.

7.3. Hijrah = pindah dari Mekkah ke Madinah ( Indonesia ini Mekah harus hijrah ke Madinah ) untuk berdirinya Ibu Kota Negara yang mereka selalu sebut Ummul Quro.

7.4. Qital = perang terbuka dengan orang kafir demi kemenangan Negara Islam.

  1. Ayat tentang Shalat dan Zakat (Surat Almuzzammil ayat 20 ) diartikan sebagai berikut : Tegakkanlah aktivitas pengabdian kepada Allah dan tunaikan prinsip kemurnian qolbu.
  2. Surat Alqiyamah ayat 31 diartikan sebagai berikut : Maka dia tidak mau membenarkan (misi Rasul, Al Masih Almaw’ud) dan tidak beraktivitas ( 75:31)

 

  1. Kesimpulan

 

Berdasarkan data-data yang dikemukakan diatas, maka kelompok ALQIYADAH AL ISLAMIYYAH ini jelas-jelas telah murtad (keluar dari Islam), karena telah mengganti Syahadat mereka yang semula berbunyi : Asyhadu an laa ilaaha illaallaahu waasyhadu anna Muhammadar rasuululloh, menjadi Asyhadu an laaa ilaaha illallaahu waasyhadu anna Al-Masih Al-Maw’ud Rasuululloh dan kecerobohannya menefsirkan ayat – ayat Al-Qur’an dengan pola pemirkan mereka.

 

 

DAFTAR RUJUKAN

 

Menguak Misteri Aliran Sesat, http://www.pikiran-rakyat.com/cetak /2007 /112007/05/selisik/utama01.htm

Sumber : HidayatullahSejarah dan Catatan Nabi-Nabi Palsu” Februari 21, 2011

https://indracristian.wordpress.com/tag/ahmad-moshaddeq/

http://www.antara.co.id/arc/2007/10/24/pbnu-desak-pemerintah-tegas terhadap- al-qiyadah-alislamiyah/

Ruhul Qudus yang Turun Kepada Al-Masih Al-Maw’ud” edisi pertama Februari 2007, diberi kata pengantar tertanggal Gunung Bunder, 10 Februari 2007 oleh Michael Muhdats

Dessy Anwar, Kamus lengkap Bahasa Indonesia, Karya Abdi Tama, Surabaya, 2001,

MUI:10(Sepuluh)Kriteria Aliran Sesat http://mediaislam.or.id/2007/11/09/mui-sepuluh-kriteria-aliran-sesat/#more-50

Binayah Roin oleh Siroj I Alqiyadah Alislamiyah 21 Nopember 2006halaman10).

Al-Ijtima Kubro 3 Juni 2007

Tuduhan Sinkretisme Agama http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qiyadah_Al-Islamiyah

Ibnu Katsir, Tafsir Al-Kabir (Kairo: Dar Assafa: Jilid I:1999),

Tafsir wa ta’wil

 

 

 

 

 

 

 

 

[1] Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas pada Mata Kuliah Filsafat Aqidah, Konsentrasi Akidah dan Filsafat Hukum    Islam Program Pascasarjana (PPs) IAI Ibrahimy, Sukorejo, Situbondo Jawa timur.

[2] Menguak Misteri Aliran Sesat, http://www.pikiran-rakyat.com/cetak /2007 /112007/05/selisik/utama01.htm

[3] Sumber: HidayatullahSejarah dan Catatan Nabi-Nabi Palsu” Februari 21, 2011 https://indracristian.wordpress.com/tag/ahmad-moshaddeq/

[4] Lihat, http://www.antara.co.id/arc/2007/10/24/pbnu-desak-pemerintah-tegas-terhadap-al-qiyadah-alislamiyah/

[5] Ruhul Qudus yang Turun Kepada Al-Masih Al-Maw’ud” edisi pertama Februari 2007, diberi kata pengantar tertanggal Gunung Bunder, 10 Februari 2007 oleh Michael Muhdats, h.174

[6] Ibid., h. 178

[7] Al-Qur`an: al-Maidah, Ayat 3

[8] Al-Qur`an: al-Maidah, Ayat 9

[9]  Dessy Anwar, Kamus lengkap Bahasa Indonesia, Karya Abdi Tama, Surabaya, 2001, hal. 30.

[10] Ibid., h.435

[11] MUI: 10 (Sepuluh) Kriteria Aliran Sesat http://media-islam.or.id/2007/11/09/mui-sepuluh-kriteria-aliran-sesat/#more-50

[12] Binayah Roin oleh Siroj I Alqiyadah Alislamiyah 21 Nopember 2006 halaman10).

[13] Ibid.,h.191

[14]  Buku Ruhul Kudus yang Turun Kepada Al Masih Almaw’ud… halaman 175 ).

[15]  Idem hal.187.

[16] Ibid.,h.187.

[17] Al-Qur`an:   Qs. 62/2-3).

              [18] Lihat, Al-Ijtima Kubro 3 Juni 2007 halaman 26).

                  [19] Lihat, Tuduhan Sinkretisme Agama http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qiyadah_Al-Islamiyah

         [20]  Ibnu Katsir, Tafsir Al-Kabir (Kairo: Dar Assafa: Jilid I:1999),Hal:8.

[21]Hadits: Dikeluarkan oleh At Tirmidzi, An Nasa’i dan Abu Daud, At Tirmidzi mengatakan : hadist hasan.

[22] Al-Qur`an: Al-Mu’minuun :27, Ayat 3.

[23] Lihat, tafsir wa ta’wil hal.43).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *