Belajar “cinta” dari Rabiah al-adawiyyah

Rabiah al-adawiyah mempunyai gelar “The mother of the grand master” (ibunya para sufi besar). Sosok sufi perempuan generasi awal 2 Hijriyah yang sangat disegani dalam peradaban dunia Islam.

Ajaran tasawwufnya dikenal dengan mahabbah, yaitu ajaran cinta. Cinta kepada Sang Maha Segalanya.  Suatu tingkatan dalam tasawwuf yaitu maqam al-hubb. Tingkatan tasawwuf yang mampu mengantarkan hamba kepada kepuasan batin yang lebih tinggi. Dengan mahabbah inilah hantinya hanya diperuntukkan untuk Allah menafikan selainNya.

Cinta Rabiah kepada Allah ini dituangkan dalam salah satu syairnya yang terkenal:

Aku mencintaiMu dengan dua cinta  

Cinta karena diriku dan cinta karena diri Mu

Cinta Rabiah al-Adawiyah kepada Allah dari dirinya karena segala kebaikan dan karunia yang diberikanNya. Sehingga mencintaiNya adalah akibat dari segala karuniaNya.  Dan bentuk cinta yang kedua adalah karena hanya Dia yang layak untuk dicintai dengan segala keindahan dan ke-Maha-anNya.

Dalam analogi sederhana, jika seorang pria mencintai seorang wanita pujaan hatinya, maka apapun akan dilakukan untuk memenuhi segala keinginannya. Dan Rabiah menyembah Allah bukan karena takut neraka atau mengharap ganjaran surga. Namun dia menghamba pada allah atas dasar cinta.

Jika seorang hamba sudah memiliki kecintaan kepada Allah yang tertanam dalam hatinya, maka sudah barang tentu segala yang diperintahkan akan dilakukan dan segala yang dilarang akan ditinggalkan. Cinta menjadi ukuran kadar keimanan seseorang.

Dahrul Muftadin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *