INTEGRITAS

Assalamu’alaikum w.w

“Expertise without integrity cause misuse of intelligence, false growth and loss of trust.”
(“Keahlian tanpa integritas menyebabkan penyalahgunaan kepandaian, pertumbuhan semu dan hilangnya kepercayaan.”)

Karakteristik kedua dalam Profesionalisme adalah integritas.

Integritas menjadi kode etik dan pedoman dalam bekerja. Ia mencakup kejujuran, kedisiplinan, tepat waktu dan lain-lain.

Tanpa integritas keahlian bisa diselewengkan. Banyak kemudharatan yang mungkin terjadi akibat sifat licik atau mementingkan diri sendiri.

Kinerja semu dibalut kosmetik nan memesona. Dalam jangka panjang akan terbongkar dan menyebabkan hilangnya kepercayaan.

Lima belas abad lalu Islam telah mengajarkan umatnya tentang integritas moral atau kode etik.
Islam mengedepankan kejujuran, amanah dan adil.

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ النَّاسِ أَن تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
Indeed, Allah commands you to render trusts to whom they are due and when you judge between people to judge with justice. Excellent is that which Allah instructs you. Indeed, Allah is ever Hearing and Seeing.
“Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS. An-Nisa’: 58)

Islam mengajarkan kepada kita agar senantiasa disiplin dan kerja keras.

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
And when the prayer has been concluded, disperse within the land and seek from the bounty of Allah, and remember Allah often that you may succeed.
“Apabila sholat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.” (QS. Al-Jumu’ah: 10)

Islam mengajarkan kepada kita agar selalu merasa dalam pengawasan Allah swt

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
And say, “Do [as you will], for Allah will see your deeds, and [so, will] His Messenger and the believers. And you will be returned to the Knower of the unseen and the witnessed, and He will inform you of what you used to do.”
“Dan katakanlah, Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”(QS. At-Taubah: 105)

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.

Dr. Imam Syaukani

geladeri.com

Tinggalkan Balasan

Next Post

Kaum Takfiri, Madrasah Zahiri Al Judud

Kam Agu 1 , 2019
Oleh : Abu Fatih Jaulani Secara umum, ahli hadist dan riwayat lebih dekat dengan literalisme daripada ahli fiqih dan dirayah, untuk itu, setelah zaman sahabat, ahli fiqih terbagi dalam dua […]