Bubur Suro, bagaimana kisah dibaliknya?

Dalam AlQuran surat Hud ayat 48 disebutkan:

“Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat dari orang-orang yang bersamamu.”

Dalam kitab Nihayatuzzain karya Syaikh Nawawi Banten, disebutkan bahwa ketika kapal Nabi Nuh berlabuh setelah terjadi banjir besar, pengikutnya merasakan kelaparan. Adapun bekal yang dibawa sudah habis.

Kemudian Nabi Nuh memerintahkan kepada semua pengikutnya untuk mengumpulkan sisa-sisa  makanan yang ada. Ada  yang mengumpulkan sisa bijih gandum, biji kacang, kacang putih dan biji-bijian lainnya sehingga terkumpul menjadi banyak dari 7 jenis biji-bijian.

Kemudian Nabi Nuh membacakan basmalah pada sisa-sisa makanan tersebut dan mulai memasaknya. Dan setelah matang semua pengikutnya menyantap makanan tersebut sampai semua merasa kenyang atas keberkahan Nabi Nuh.

Peristiwa yang terjadi pada hari ke sepuluh bulan Muharram tersebut (asyura), konon awal mula makanan dimasak di bumi setelah banjir besar selama 40 hari. Dan peristiwa inilah yang menjadi awal tradisi bubur Suro di beberapa wilayah di Indonesia

geladeri.com

Tinggalkan Balasan