Hukum Menggunakan Hand Sanitizer


Hand sanitizer adalah cairan atau gel yang biasa digunakan untuk mengurangi agen infeksi pada tangan. Penggunaan hand sanitizer merupakan opsi karena cara kerjanya mirip dengan mencuci tangan dengan sabun. Kedua cara ini sangat dianjurkan untuk menghindari paparan virus, bakteri, dan kuman.

Salah satu bahan aktif yang digunakan dalam sanitizer adalah alkohol. Terdapat beberapa kalangan yang mempertanyakan hukum shalat dengan wewangian, termasuk hand sanitizer, yang mengandung alkohol. Ulama berbeda pendapat tentang alkohol, sebagian menganalogikan (qiyas) dengan khamr, sebagian lainnya tidak menganalogikannya demikian. Kenajisan khamr juga diperselisihkan ulama. AlSyawkani menyatakan bukan najis.

Dalam hal ini, MUI sudah memberikan fatwa pada tahun 2009 bahwa pada prinsipnya hukum alkohol bergantung pada proses pembuatannya. Jika dibuat atau dihasilkan dari bahan-bahan najis, maka hukumnya haram untuk digunakan. Adapun jika terbuat dari bahan-bahan yang bukan najis, maka boleh digunakan.

Atas dasar itu, dibolehkan menggunakan hand sanitizer saat hendak melaksanakan shalat. Bahkan sangat dianjurkan jika terdapat kekhawatiran adanya virus yang menempel di tangan. Hanya saja, penggunaan yang berlebihan terhadap sanitizer ini tidak dianjurkan karena memiliki efek samping pada kulit. Kebanyakan pakar lebih mengutamakan penggunaan sabun biasa dengan air yang mengalir untuk menjaga kebersihan tangan
dari virus.[]

Sumber : Fikih Pandemi di Masa wabah (NUO Publishing)

Tinggalkan Balasan